Sabtu, 05 Juni 2010
Dalam kejernihan manusia mirip sungai. Di awal kehidupan hanya ada sungai, di mana manusia manusia jadi satu dengan pengalaman emosinya. Ketika senang jadilah senang, ketika sedih jadilah sedih. Begitu menginjak dewasa, manusia mulai berenang kepinggir. Ada jarak manusia dengan pengalaman emosinya. Ia tidak lagi jadi rasa sedih maupun senang. Siapa yang rajin bersahabat dengan kerjernihan. Di sebuah waktu bisa berdiri jernih diatas jebatan kehidupan. Pengalaman emosi maengaturdari suka sampai duka. Terlihat seperti air sungai dia lewat mengalir tanpa memberi dampak didalam.
by. gede prama

0 komentar:

About Me

ROLANDIKA BLOOMINK
Lihat profil lengkapku